Mengapa Teknologi Belum Mengubah Pembangunan

MATAJP

Jika Anda menyita seorang pekerja berasal dari wilayah konstruksi tahun 1920-an dan memindahkan mereka ke proyek kala ini, mereka tidak dapat terkejut bersama apa yang mereka lihat, menurut Sam O’Gorman. Selain mendengarkan lagu, bermain games juga dapat membantu ketika sedang bosan loh. Di situs MATAJP banyak sekali berbagai jenis games yang bisa kamu coba mainkan!

“Secara keseluruhan, di seluruh Eropa dan Amerika, barang-barang tetap dibikin bersama cara yang lumayan manual – tidak jauh tidak sama bersama cara pembuatannya 100 tahun yang lalu,” kata Mr Gorman, mitra asosiasi di dalam praktek properti di perusahaan konsultan McKinsey. .

Pada tahun 2017, McKinsey Global Institute menyimpulkan bahwa industri konstruksi mampu meningkatkan produktivitas sebesar 50 hingga 60% dan meningkatkan nilai industri international sebesar $1,6 triliun (£1,3 triliun) per tahun.

Sejak kala itu, kata McKinsey, peningkatan proses mengolah dan pemanfaatan perangkat lunak dan juga aplikasi baru telah meningkatkan efisiensi, namun belum raih tingkat yang diharapkan.

“Konstruksi agak tertinggal di dalam perihal digital dibandingkan bersama banyak industri lainnya. Lambatnya adopsi digital di dalam makna luas,” kata Mr O’Gorman.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa teknologi disebut-sebut berpotensi merubah industri. Salah satunya adalah pencetakan 3D, yang melibatkan ekstrusi beton atau bahan lain untuk membangun dinding rumah.

University of Maine telah mengerjakan tidak benar satu proyek tersebut, mengembangkan printer 3D terbesar di dunia. Dengan memakai campuran serat kayu dan resin nabati, printer ini membentuk rumah seluas 600 kaki persegi (180 mtr. persegi).

Info Lebih Detail Mengenai Hal Ini

“Prototipe rumah pertama, BioHome3D, telah berkinerja terlalu baik sepanjang dua musim dingin di Maine, dan kita mengalihkan perhatian kita saat ini untuk mencetak lingkungan yang terdiri berasal dari sembilan rumah ini,” kata Dr Habib Dagher, direktur eksekutif Struktur Lanjutan Universitas Maine dan Pusat Komposit.

Namun, pencetakan rumah 3D tetap lebih merupakan proyek percontohan, dibandingkan proposisi praktis. Rumah cetakan 3D condong mahal, punyai dinding yang terlalu tebal, dan sulit dibangun di daerah lain tidak cuman di wilayah terbuka dan datar.

Meskipun tersedia sejumlah proyek konstruksi cetak 3D yang banyak dibanggakan, kuantitas rumah yang sesungguhnya dibangun bersama cara ini tetap sedikit.

Mr O’Gorman dan Dr Dagher menjelaskan bahwa tehnik lain, konstruksi modular, mampu menyebabkan pembangunan lebih efisien.

Ini melibatkan pembuatan bagian-bagian bangunan di pabrik, mengangkutnya ke wilayah dan mengangkatnya ke tempatnya.

“Saya percaya ini adalah jaman depan, kualitas konstruksi jauh lebih baik. Di wilayah konstruksi, banyak kesalahan kecil yang terjadi,” kata Dr Dagher.

“Semakin banyak yang mampu Anda laksanakan di pabrik, makin baik. Kontrol kualitas jelas jauh lebih unggul, begitu pula kualitas hasil akhirnya.”

Namun, teknologi ini juga gagal untuk dikembangkan, kata Neil Jefferson, direktur pelaksana Federasi Pembangun Rumah Inggris.
“Masalah bersama manufaktur perumahan adalah Anda memesan barang-barang Anda di pabrik untuk membangun rumah tersebut, dan materialnya tiba dan Anda mesti selalu berpegang terhadap konsep tersebut,” katanya.

“Tetapi kala ini di negara ini, dikarenakan pendekatan pemerintah terhadap kebijakan perencanaan, proyek-proyek mengalami penundaan. Dan perihal itu tidak berhasil, Anda perlu pendekatan yang lebih fleksibel.”

Pengembang perlu kepercayaan spesifik bahwa mereka dapat mampu menjajakan rumah mereka bersama cepat sesudah selesai dibangun, dan sering kali mesti merubah konsep bersamaan bersama berlanjutnya proyek bersamaan bersama perubahan pasar. Hal ini tidak terlalu jadi masalah bagi proyek pemerintah daerah atau asosiasi perumahan, namun mampu jadi masalah bagi pengembang swasta.

Salah satu perusahaan yang bertujuan untuk jauhi beberapa masalah ini adalah Automated Architecture (AUAR) yang berbasis di Bristol, yang merencanakan beri tambahan izin kepada pabrik mikro untuk membangun rumah kayu memakai robot.

Pabrik mikro ini dapat menyebabkan bangunan hingga enam lantai yang dirakit berasal dari komponen standar, baik di pabrik itu sendiri maupun di lokasi.
Idenya adalah bahwa perusahaan konstruksi yang lebih besar mampu melisensikan pabrik mikro bersama cost di muka sekitar £250,000 dan cost bulanan yang berkelanjutan.

“Mitra AUAR tidak mesti menginvestasikan jutaan dolar untuk mendirikan pabrik besar, seperti yang dilaksanakan perusahaan perumahan modular, namun mampu segera tawarkan rumah yang inovatif, memiliki kwalitas tinggi, dan hemat energi bersama harga pasar kepada pelanggan mereka,” kata Mollie Claypool, tidak benar satu pendiri dan kepala eksekutif.

Otomatisasi ini, katanya, menciptakan margin yang lebih tinggi bagi pengembang, bersamaan bersama kala pembangunan yang lebih cepat dan juga pengurangan risiko dan pemborosan. Biaya tenaga kerja per proyek, katanya, mampu 20% hingga 60% lebih rendah dibandingkan bila metode konstruksi tradisional digunakan.

Perusahaan ini telah punyai empat pelanggan, katanya, dan bertujuan untuk meningkatkan kuantitas selanjutnya jadi 140 terhadap tahun 2030, bersama membangun lebih berasal dari 30.000 rumah hemat energi per tahun. Jangan lupa cobain main games di situs yang pastinya sudah aman dan terpercaya banget yaitu MATAJP.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *